VIVAnews - Maraknya penarikan mobil untuk diperbaiki (recall) di kawasan Amerika Serikat dan Eropa disinyalir karena adanya kompetisi dagang otomotif internasional.
Kecurigaan tersebut beralasan. Sebab, kasus recall baru-baru ini mencuat di Amerika Serikat dan Eropa, menyasar produk-produk prinsipal Jepang, yakni Toyota dan Honda.
Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhunata menduga hal yang sama.
"Bisa jadi seperti itu. Misalnya masalah karpet, kenapa mendadak muncul? Kondisinya memang menyerempet kompetisi perdagangan," kata Gunadi ketika ditemui di sela-sela Rapat Kerja Internal Kementerian Perindustrian di Jakarta, Kamis, 4 Februari 2010.
Menurutnya dengan kasus recall yang baru-baru ini terjadi, dampaknya tak bisa diperkirakan, bisa jadi melemahkan kepercayaan konsumen atas produk prinsipal Jepang.
Dibandingkan mobil, recall motor relatif jarang dilakukan. Itu karena, menurut Gunadi, produk sepeda motor relatif lebih sederhana dengan standar produk yang relatif jelas.
"Kalau di mobil, recall sudah biasa. Bisa jadi karena berbagai hal, mengubah desain produk atau karena kasus terakhir yang ditemukan masalah," ujarnya.
Namun, kata dia, sudah menjadi kewajiban produsen untuk melakukan perbaikan meski dia yakini untuk mengembangkan produk otomotif, tidak bisa 100 persen sempurna.