VIVAnews - Meningkatnya pengguna sepeda motor dari tahun ke tahun mengakibatkan tingginya risiko kecelakaan di jalan. Menurut Safety Riding Programme Officer main dealer sepeda motor Honda PT Wahana Makmur Sej(WMS) Siswanto, saat ini pengendara sepeda motor yang paling sering mengalami kecelakaan di jalan.
Dia menjelaskan, banyak pengendara sepeda motor yang tidak memahami cara berkendara yang aman dan nyaman. "Untuk itu, sosialiasai safety riding perlu dilakukan," kata Siswanto dalam acara sosialisasi safety riding di Lapangan Parkir Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Minggu 21 Maret 2010.
Berdasarkan catatan Polda Metro Jaya, angka kecelakaan lalu lintas di ibukota meningkat setiap tahunnya. Kecelakaan sepeda motor pada tahun 2005 mencapai 3.499 kasus, tahun 2006 meningkat 3.814 kasus,tahun 2007 mencapai 4.933 kasus, tahun 2008 meningkat lagi menjadi 5.898 kasus, dan tahun 2009 lebih dari 6.600 kasus. Untuk skala nasional, kecelakaan lalu lintas mencapai lebih dari 30 ribu kasus tiap tahunnya.
Sosialisasi safety riding yang diselenggarakan selama dua hari ini diikuti oleh karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada hari ini, sedangkan kemarin peserta dari karyawan PT Berca Schindlerlift.
Penyuluhan safety riding tersebut terbagi dari teori dan praktik. Materi teori antara lain cara berboncengan, teknik pengereman, faktor penyebab kecelakaan, dan perlengkapan keamanan sampai etika berlalu lintas. Sedangkan materi praktik para pera peserta diajarkan teknik memarkir kendaraan, slalom, papan keseimbangan, jalan bergelombang dan angka delapan.