VIVAnews - Presiden Federasi Otomotif Internasional (FIA), Max Mosley, kian menunjukkan rasa permusuhan dengan kubu Scuderia Ferrari. Mosley menyebut F1 akan tetap berjaya tanpa nama besar Ferrari.
CEO F1, Bernie Ecclestone, sebenarnya ingin menahan komentar asli Mosley. Tapi, karena Ferrari akan menempuh jalur legal untuk menghentikan regulasi F1 2010, Mosley menegaskan lagi bahwa lomba jet darat itu akan bertahan tanpa tim asal Italia itu.
"Ide mereka (Ferrari) untuk mundur takkan berarti apa-apa," kata Mosley kepada Eurosport.
"Ini seperti (Ayrton) Senna. Ia pembalap paling penting pada 1994. Saat kita semua sedih karena ia meninggal, F1 tetap jalan. Dulu, tim Lotus juga sangat penting, demikian pula Brabham," tambah Mosley.
Pria Inggris ini sangat yakin bahwa tim yang berbasis di Maranello itu takkan mundur. Mereka hanya butuh diskusi saja.
Pentas F1 kini memang memasuki fase emosional. Mosley sempat marah karena bos Ferrari, Stefano Domenicali tak mengetahui perubahan beberapa aplikasi dalam rapat FOTA.
"Saya bilang dia sangat memalukan," kata Mosley.
Meski begitu, Mosley membantah bahwa situasi yang terjadi lebih parah dibanding ancaman boikot pada 2005. "Ancaman boikot lebih kecil kali ini," tutur Mosley.
Sementara itu, Ecclestone sangat tak terkesan dengan langkah yang akan ditempuh Ferrari. Apalagi, dengan rencana legal Tim Kuda Jingkrak itu.
"Ini mungkin bagus buat media. Mereka harus melakukannya sekarang sebelum menjadi idiot," tutup Ecclestone.