VIVAnews - Sebagai juara kedua Marlboro Red Racing School 2006, tentu Adityo Poedji Nugroho punya kebanggan sendiri.
Pasalnya, pria yang biasa dipanggil Adit itu bisa merasakan langsung mobil Ferrari F1 3 Seater. Dengan spec yang nyaris sama dengan Ferrari yang digunakan dalam ajang Grand Prix F1 dunia, Adit merasakan sesuatu yang belum pernah dirasakan pembalap Indonesia mana pun.
"Moreno Soeprapto (pembalap profesional) saja belum pernah naik Ferrari ini. Tapi saya punya kesempatan dan pengalaman luar biasa dengan mobil yang satu ini," kata Adit dalam Launching Marlboro Red Racing School di Djakarta Theater, Rabu 4 Juni 2009.
"Benar-benar pengalaman seumur hidup yang tidak bisa saya lupakan." tambah pria bertinggi 187 cm itu.
Adit terpilih sebagai wakil Indonesia di Red racing School saat ia masih berusia 19 tahun. Saat itu pria yang bukan pembalap ini berkompetisi dengan delapan negara lain yang berasal dari Asia dan Eropa.
Adit pun harus melalui beberapa tantangan mengemudi menggunakan sembilan mobil berbeda keluaran Italia. Tanpa diduga, Adit berhasil keluar sebagai juara kedua peserta dengan kualitas mengemudi terbaik.
Ia hanya kalah dari peserta asal Hongkong yang duduk di peringkat pertama. Dan kini, ketika Marlboro Red Racing School kembali dibuka, Adit tak ragu memberi tips buat para calon peserta.
"Jangan terlalu kencang, jangan terlalu pelan. Kalau memang menginjak gas ya tekan saja yang pol. Kalau mau menginjak rem, ya rem saja semaksimal mungkin," tambah mahasiswa kelahiran 10 Desember 1986 itu.
Marlboro Red Racing School 2009 merupakan ajang pembelajaran teknik membalap yang nantinya berujung pada kesempatan naik di atas Ferrari F1 3 Seater. Peserta nantinya akan duduk di sayap kanan-kiri Ferrari tersebut.
Sedangkan di kokpit utama, barulah ada pembalap sesungguhnya yang membawa Anda melesat di atas lintasan.
• VIVAnews