VIVAnews - Delapan investor asing menyatakan minatnya terhadap pengembangan bahan bakar nabati atau biofuel dari ampas kelapa sawit di Aceh dan Lombok.
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas, Direktorat Jenderal Migas, Departemen Energi, Saryono Hadiwidjojo mengatakan, khusus di Lombok, ampas kelapa akan dijadikan bahan bakar omprongan tembakau yang biasanya menggunakan minyak tanah.
"Masih penjajakan, mereka akan menyampaikan proposal detailnya," kata Saryono di Departemen Energi, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis 25 Juni 2009.
Menurut dia, untuk di Lombok yang tertarik menanamkan investasinya adalah The Bosch and Siemens Home Appliances Group, British American Tobacco, The Saskatchewan Transportation Company, dan Fauna & Flora International.
Sedangkan perusahaan yang berminat di Aceh adalah, NewGen BioFuels Asia Pte Ltd, United States Agency for International Development (USAID), serta dua perusahaan dari Italia dan inggris.
Namun, Saryono mengatakan, investor-investor tersebut belum menyampaikan besaran modal yang akan ditanamkan di Indonesia. "Mereka baru menanyakan potensi investasi," ujarnya. Para investor juga menanyakan kebijakan harga jual BBN di Indonesia, serta kemungkinan pemberian insentif kepada pengembang BBN.