VIVAnews - Raksasa produsen otomotif asal Jepang, Toyota Corp., Selasa 4 Agustus 2009, mengaku derita kerugian sebesar 77,8 miliar yen (US$819 juta) selama triwulan pertama tahun fiskal saat ini.
Besarnya kerugian disebabkan oleh anjloknya tingkat penjualan global disertai dengan menguatnya nilai tukar yen atas dolar AS (US$) sehingga mengurangi nilai pendapatan Toyota di luar negeri.
Namun, di tengah resesi ekonomi global saat ini, pimpinan Toyota tidak mengaku kaget atas kerugian besar itu. Bahkan, Toyota menilai nilai kerugian yang diderita selama triwulan pertama tahun fiskal 2009/2010 - yang berlangsung pada periode April-Juni - ternyata lebih kecil dari prediksi semula.
Kecilnya nilai kerugian dari prediksi itu berkat pencapaian Toyota dalam menghemat biaya produksi. Selain itu, Toyota juga mengakui bantuan dari pemerintah Jepang dengan menerapkan sejumlah program stimulus dalam mendongkrak penjualan mobil yang berteknologi ramah lingkungan.
Maka, Toyota saat ini berani mengurangi proyeksi nilai kerugian sepanjang tahun fiskal 2009/2010 - yang berakhir Maret tahun depan - dari 550 miliar yen (US$5,8 miliar) menjadi 450 miliar yen (US$4,7 miliar). (AP)