VIVAnews - Produsen mobil Chevrolet mencatat sampai dengan akhir Agustus kemarin penjualan mengalami penurunan sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan yang cukup signifikan ini disinyalir dampak dari krisis global.
Managing Director GM Autoworld Indonesia, Mukiat Sutikno mengatakan, sampai dengan akhir Agustus penjualan mobil Chevrolet baru mencapai 1.700 unit. Padahal, tahun sebelumnya penjualan mencapai 2.600 unit.
Kondisi ini berbeda dengan situasi 2007 hingga 2008 dimana tercatat pertumbuhan penjualan mobil Chevrolet di Indonesia mencapai dua kali lipat. "Tetapi, penjualan tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya turun sekitar 20 – 30 persen,” katanya di Solo, Minggu, 13 September 2009.
Untuk mengantisipasi kelesuan pasar itu dan menjelang naiknya pertumbuhan di masa datang, sepanjang 2009 Chevrolet fokus ekspansi pasar dengan membuka dealer baru ke berbagai kota di Indonesia.
“Potensi pasar di Indonesia sangat bagus. Oleh sebab itu, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial di kawasan ASEAN,” ujar dia.
Ketika disinggung mengenai ekspansi pasar di Jawa Tengah, ia mengakui jika potensi pasarnya cukup bagus. Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Tengah yang sangat signifikan.
Untuk itu, saat ini Chevrolet sudah membuka dealer di Semarang, Yogyakarta dan Solo. Menurut dia, beberapa kota kecil di Jawa Tengah memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang lumayan bagus seperti halnya Solo.
"Kami mencoba melakukan ekspansi pasar ke Solo dengan membuka dealer baru,” terangnya.
Laporan: Fajar Sodiq I Solo